Mulai 1 Juli 2026, biaya visa single entry ke Jepang resmi melonjak lima kali lipat, dari 3.000 yen menjadi 15.000 yen atau sekitar Rp1,67 juta.
Ini jadi kenaikan tarif visa Jepang paling signifikan sejak 1978. Namun anehnya, alih-alih membuat wisatawan Indonesia mundur,
minat liburan ke Negeri Sakura justru diprediksi tetap tinggi sepanjang 2026 [travel.kompas.com].
Jepang Tetap di Posisi Tiga Besar
Branch Manager salah satu travel agent nasional, Lely Fitrian, menyebut Jepang masih akan bertahan di jajaran tiga besar destinasi luar negeri favorit WNI meski ongkos perjalanan makin mahal. Ia membandingkannya dengan China yang punya daya tarik serupa dari sisi budaya dan kuliner,
namun Jepang tetap unggul karena kombinasi faktor yang sulit ditiru negara lain: musim empat kali setahun, transportasi modern seperti Shinkansen, serta konsistensi kualitas layanan wisata [
travel.kompas.com].
Data ini sejalan dengan tren yang lebih luas.
Sepanjang 2026, wisatawan Indonesia disebut semakin gemar berwisata ke Jepang dan China dibanding destinasi Eropa yang dulu populer,
seiring makin banyaknya pilihan rute penerbangan langsung dan paket wisata yang lebih terjangkau ke kawasan Asia Timur.
Bukan Cuma Visa yang Naik
Kenaikan biaya visa bukan satu-satunya beban tambahan buat calon wisatawan.
Harga tiket pesawat ke Jepang juga ikut meningkat drastis, ditambah perluasan penerapan pajak hotel di sejumlah kota besar seperti Tokyo. Kombinasi ketiganya membuat total anggaran liburan ke Jepang tahun ini bisa membengkak signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Meski begitu, daya tarik budaya, kuliner autentik, dan pengalaman musiman seperti festival kembang api atau pemandangan salju tetap jadi alasan kuat kenapa banyak orang rela menyisihkan anggaran ekstra demi liburan ke sana.
Tips Menyiasati Biaya yang Membengkak
Bagi kamu yang tetap ingin liburan ke Jepang tahun ini, ada beberapa cara menekan pengeluaran tanpa mengorbankan pengalaman.
Pesan tiket pesawat jauh-jauh hari, manfaatkan Japan Rail Pass untuk perjalanan antarkota agar lebih hemat dibanding beli tiket satuan,
dan pertimbangkan musim low season seperti awal musim semi atau akhir musim gugur ketika harga akomodasi relatif lebih bersahabat. Menyusun itinerary sedetail mungkin sebelum berangkat juga membantu menghindari pengeluaran dadakan di lapangan.
Kalau Jepang masih dirasa terlalu mahal tahun ini, kamu juga bisa lirik dulu daftar destinasi luar negeri lain yang lagi naik daun versi Travelers’ Choice Awards 2026 yang sudah kami bahas sebelumnya di IslandRunner.