Asal-usul yang Ternyata dari Telur Ikan

Mentai sebenarnya berasal dari mentaiko, olahan telur ikan pollock khas Jepang yang biasanya diasinkan dan dibumbui pedas. Di Indonesia, mentaiko kemudian diadaptasi menjadi saus creamy dengan campuran mayones Jepang. Rasanya jadi lebih ramah lidah lokal, creamy, sedikit asam, dan pedas ringan.
Adaptasi inilah yang bikin mentai lebih mudah diterima dibanding versi aslinya. Banyak orang yang mungkin belum pernah coba mentaiko asli, tapi sudah familiar banget sama rasa mentai versi kafe kekinian.
Dari Dimsum Sampai Sushi, Semua Kena Sentuhan Mentai
Awalnya mentai identik dengan dimsum. Sekarang cakupannya jauh lebih luas. Ada nasi mentai, chicken katsu mentai, sushi mentai, sampai berbagai camilan kekinian lain yang ikut mengadopsi rasa ini. Pelaku usaha kuliner pun ramai-ramai memasukkan mentai ke menu mereka karena dinilai gampang diterima pasar.
Fenomena ini menunjukkan pola khas tren kuliner zaman sekarang. Begitu satu rasa berhasil viral di TikTok atau Instagram, dalam hitungan minggu rasa itu bakal muncul di berbagai jenis makanan sekaligus, bukan cuma satu menu saja.
Bersaing dengan Matcha sebagai Rasa Andalan Jepang
Selain mentai, Jepang juga menyumbang rasa populer lain lewat matcha. Bubuk teh hijau ini juga jadi primadona sepanjang 2026, muncul dalam bentuk latte, es krim, cake, sampai croffle. Bedanya, matcha lebih identik dengan citra sehat, sementara mentai lebih dikenal sebagai rasa gurih creamy yang bikin nagih.
Kombinasi keduanya menunjukkan betapa besar pengaruh kuliner Jepang terhadap selera anak muda Indonesia belakangan ini, jauh melampaui sekadar tren sushi atau ramen seperti dulu.
Kenapa Tren Ini Terasa Lebih Awet
Berbeda dari tren makanan yang datang dan pergi dalam hitungan minggu, mentai terbukti bertahan cukup lama. Fleksibilitasnya jadi kunci utama. Rasa ini bisa dipadukan ke hampir semua jenis makanan, dari yang gurih sampai yang berbahan dasar seafood, tanpa terasa dipaksakan.
Kalau kamu belum pernah coba, sekarang mungkin waktu yang pas buat mampir ke kafe terdekat dan cari menu bertuliskan “mentai” di daftar menunya.
—
Sumber: