Kalau ditanya kenapa kamu traveling, jawaban “cari makanan enak” ternyata bukan alasan receh lagi. Survei terbaru Agoda 2026 Travel Outlook Report mengungkap fakta menarik: makanan kini naik jadi tiga besar alasan utama orang bepergian, melompat drastis dari peringkat enam tahun sebelumnya.

Kuliner Bukan Lagi Sekadar Pelengkap
Survei ini melibatkan lebih dari 3.300 partisipan dari sembilan pasar Asia. Hasilnya cukup jelas menunjukkan pergeseran pola pikir wisatawan. Dulu, makanan biasanya cuma jadi pelengkap dari sebuah perjalanan. Sekarang, makanan sudah jadi tujuan utama itu sendiri, setara pentingnya dengan alasan liburan atau healing.
Pergeseran ini masuk akal kalau melihat bagaimana konten kuliner mendominasi media sosial belakangan ini. Setiap kali ada makanan viral, otomatis muncul dorongan buat mendatangi langsung tempat asalnya demi pengalaman autentik, bukan cuma menonton dari layar ponsel.
Taiwan Juara, Indonesia di Posisi Enam
Dari sembilan negara yang disurvei, Taiwan keluar sebagai juara dengan 47 persen wisatawannya menjadikan kuliner sebagai alasan utama traveling. Posisi kedua ditempati Vietnam dengan 35 persen, disusul Korea Selatan di posisi ketiga dengan 34 persen.
Indonesia sendiri berada di peringkat enam dari delapan negara, dengan 31 persen wisatawan menjadikan kuliner sebagai motivasi utama perjalanan mereka. Meski bukan yang teratas, angka ini tetap menunjukkan bahwa kuliner sudah jadi pertimbangan serius, bukan sekadar bonus tambahan saat liburan.
Destinasi Favorit Wisatawan Pemburu Kuliner
Menariknya, destinasi kuliner favorit wisatawan Vietnam justru mengarah ke Jepang, Thailand, Korea Selatan, Malaysia, dan China. Ini menunjukkan pola menarik: negara dengan reputasi kuliner kuat justru saling menjadi tujuan wisata kuliner satu sama lain, membentuk semacam ekosistem “wisata rasa” lintas negara di kawasan Asia.
Apa Artinya buat Wisatawan Indonesia
Tren ini jadi pengingat bagus buat kamu yang suka traveling. Kalau selama ini destinasi dipilih cuma berdasarkan pemandangan atau harga tiket murah, mungkin saatnya mulai mempertimbangkan faktor kuliner sebagai kriteria utama. Toh, pengalaman mencicipi makanan otentik langsung dari tempat asalnya sering kali jadi kenangan paling membekas dari sebuah perjalanan, jauh melampaui sekadar foto di spot Instagramable.
—
Sumber: