Kopi Mont Blanc Masih Jadi Primadona Cafe Jakarta, Ini Alasannya

Kopi Mont Blanc masih jadi menu paling diburu di cafe-cafe Jakarta hingga Agustus 2026. Simak asal-usul, rasa uniknya, dan rekomendasi tempat mencobanya.
10 Kopi Mont Blanc Hits di Jakarta Ada di Sini
Kalau belakangan ini feed Instagram atau For You Page TikTok kamu dipenuhi segelas kopi hitam dengan gunungan krim putih di atasnya, kamu tidak sendirian.
Minuman itu bernama Mont Blanc, dan sampai awal Agustus 2026 ini statusnya masih jadi salah satu menu paling diburu di cafe-cafe Jakarta.
Hampir setiap coffee shop kekinian, dari yang premium sampai gerobak kopi keliling, kini punya versi Mont Blanc andalan masing-masing.

Asal-usul dari Melbourne yang Menyerbu Jakarta

Mont Blanc pertama kali populer dari kafe Good Measure di Melbourne, Australia, sekitar 2022.
Namanya diambil dari puncak gunung tertinggi di Eropa yang selalu diselimuti salju.
Filosofi ini tercermin persis pada tampilan minumannya, kopi hitam pekat sebagai “gunung” dan lapisan krim putih lembut sebagai “salju” di puncaknya.
Tren ini kemudian menyeberang ke Indonesia dan langsung menjangkiti kota-kota besar seperti Jakarta dan Bandung.

Rasa yang Bikin Ketagihan

Secara komposisi, Mont Blanc biasanya berbasis iced americano atau cold brew.
Bagian atasnya diberi krim tebal yang dicampur parutan kulit jeruk, kadang ditambah sentuhan pala atau kayu manis.
Perpaduan pahitnya kopi hitam dengan manis segar dari citrus zest inilah yang bikin banyak orang penasaran mencobanya.
Rasanya memang unik dibanding kopi susu kekinian yang selama ini mendominasi menu cafe Tanah Air.

Dari Cafe Premium sampai Kaki Lima

Menariknya, Mont Blanc kini bisa ditemukan di berbagai segmen harga.
Sebagaimana dirangkum [Nibble.id], Kopi Jago bahkan menawarkan versi Mont Blanc Shake dengan harga di bawah Rp15 ribu dalam kemasan cup plastik.
Di sisi lain, coffee shop seperti Titik Temu menghadirkan versi cold brew segar dengan sea salt cream yang lebih elevated.
Variasi harga ini membuat Mont Blanc bisa dinikmati oleh hampir semua kalangan penikmat kopi.

Kenapa Bisa Sepopuler Ini?

Fenomena satu minuman yang tiba-tiba viral sebenarnya bukan hal baru di industri kopi urban Indonesia.
Sebelumnya ada es kopi susu gula aren, lalu dirty matcha, kemudian oat latte yang sempat merajai tren serupa.
Kini giliran Mont Blanc yang mengambil alih posisi tersebut, ditopang visualnya yang sangat instagramable untuk konten media sosial.
Faktor “layak difoto” ini memang jadi salah satu kunci utama sebuah menu bisa viral secepat kilat di kalangan anak muda.

Rekomendasi Buat yang Mau Coba

Kalau kamu penasaran, beberapa cafe di kawasan Senopati dan Kemang sudah punya menu Mont Blanc andalan masing-masing.
Untuk versi yang lebih terjangkau dan praktis, kedai kopi kaki lima di sekitar Blok M juga banyak yang sudah mengikuti tren ini.
Tinggal sesuaikan saja dengan budget dan suasana yang kamu cari, mau yang santai duduk lama atau sekadar bawa pulang.

Kesimpulan

Mont Blanc membuktikan bahwa inovasi sederhana pada tampilan dan rasa masih bisa menciptakan gelombang tren besar di industri kopi Indonesia.
Selama masih ada cafe baru yang berlomba menciptakan versi terbaiknya, sepertinya popularitas Mont Blanc bakal bertahan cukup lama di Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *